SJ

PROM15E TO 13ELIEVE

Selasa, 26 Juni 2012

(myFF) WILL... #part 2 (end)

annyeong readers^^ mian FF yang ini lama banget kk~ mian juga kao banyak typo karna blm dicek ulang.__. jangan lupa comment yaa^^ and enjoy!


Author : @larassntk 

Rating : Teen

Genre : Romance

Length : Two Shoot

Cast : Jung Soo Yeon (Jessica Jung SNSD), Kim Jong Hyun (JongHyun SHINee), Lee Dong Hae (DongHae SJ)

Support Cast : Im Yoon Ah (YonnA SNSD), Choi Si Won (SiWon SJ)

NB : > berarti skip

-oo0oo-

Matahari telah membangunkanku dari dunia mimpiku semalam. pukul 09.00 KST. untung saja ini hari minggu, sehingga tidak ada beban untuk bekerja hari ini.
Setelah menggosok gigiku yang rapi dan menyisir asal rambutku, aku segera menuju ke ruang makan. biasanya pada hari minggu seperti ini appa dan eomma berada disana untuk sarapan dan berbincang sedikit.

"appa~ eomma~" meja makan terlihat sepi, tidak terdengar suara appa dan eomma sedang berbincang, apalagi suara piring dan cangkir disana.
"appa dan umma sedang pergi tuan, mereka menitipkan surat di kulkas" ucap salah satu pembantu dirumah megahku ini, seakan mengetahui isi pikiranku.
"ah! ne"

benar saja. appa dan umma menghadiri acara reuni akbar di Saporo dan mereka berangkat tadi pagi tanpa memberitahukanku sebelumnya. ah! lagi dan lagi hari minggu mereka harus pergi, terakhir kali kami berbincang di ruang makan sekitar 7 minggu yang lalu, dan setelah itu? mereka selalu saja meninggalkanku dirumah sendirian.

'Ring ding dong ring ding dong' ponselku berbunyi diikuti dengan getaran kecil. tertera sebuah nama yang membuat sebelah alisku naik 'YoonA is calling' ada perlu apa YoonA menelpon? tidak biasanya ia menelpon, bahkan sejak pertemuan waktu itu, ia tak pernah sekalipun menelpon, hanya saja ia memberikan nomor ponselnya padaku.

"yeobosaeyo..."
"....."
"odi?"
"....."
"ne, aku akan kesana"


ku matikan saluran telpon dari YoonA di layar Iphone ku. dengan setengah berlari lalu mengambil kunci mobil Mercedes Benz ku dan mengganti pijamaku dengan kaos dan jins ditambah dengan sedikit menyisir dirambut hitamku.

selama perjalanan yang kupikirkan hanya untuk mencerna kata-kata YoonA di telpon tadi 'aku akan memberitahukan informasi untuk bertemu dengan seseorang yang pernah berarti dimasa lalumu' apa yang dimaksud dari kalimat itu? dan siapa yang ia maksud? pernah berarti? Sica noona? ada apa dengan Sica noona? apakah benar yang ia maksud Sica noona? ah sudahlah! pasti nanti ia akan memberitahukannya

"Yoon!" aku segera menuju keberadaan YoonA, mejanya terletak di ujung belakang cafe, namun masih bisa terlihat dari pintu masuk.
"hey hyun!" yeoja itu melambaikan tangan padaku. YoonA terlihat sangat santai dan juga cantik mengenakan pakaian casual seperti itu.
"ada apa?"
"bisakah kau duduk dan memesan minum terlebih dahulu" ucapnya dengan melambaikan tangannya pada salah satu pelayan
"apa yang kau maksud, Yoon?"
"maksudmu?"
"informasi?"
"aaaah itu... aku memang ingin membicarakan itu padamu sejak lama, karna aku masih sibuk jadi aku baru bisa memberitahukanmu sekarang"
"memang informasi apa, Yoon?"
"aku yakin kau pasti sangat senang mendengar informasi ini, tapi aku peringatkan padamu. jangan pernah tersenyum terlebih dahulu saat kau bertemu dengannya lagi, lihat apa yang terjadi selanjutnya"
"maksudmu?"
"ingat-ingat saja kata-kataku tadi"
"hmm... baiklah... hanya itu?"
"aniya.. ehm.. aku yakin kau masih mencintai Sica eonni, bahkan kau masih menunggunya sampai sekarang. apa yang membuatmu mampu untuk setia dengannya hyun?"
"em.... aku pun tidak tau, aku hanya mengikuti kata hatiku. memang ada apa?"
"bukannya kau lost contact dengannya semenjak ia pergi ke Los Angeles?"
"hhhh.... ne"
"kau akan bertemu dengannya, tak lama lagi"
"jinjja?! kapan?!"
"tunggu saja" jawabnya singkat lalu menyeruput cappucino panas yang ada dihadapannya. mengapa YoonA menjadi misterius seperti ini? aneh sekali


2 weeks later...


Kata-kata YoonA waktu itu masih terbayang diotakku. entah mengapa aku jadi semakin berharap akan pertemuanku dengan Sica noona. apakah ia masih inget denganku? ia pasti sangat anggun. ah, setiap malam aku memimpikannya datang padaku, namun itu hanya mimpi. apakah aku salah memilih setia dengannya dan tidak membuka hatiku untuk yeoja lain? apakah aku mendapatkan timbal balik darinya?

'Ring ding dong ring ding dong' ponselku kembali berbunyi, kali ini hanya tertera sebuah nomor tanpa nama kontak di layar ponselku.

"Mr. Jonghyun?" belum aku membuka mulutku, sudah terdengar suara berat dari ujung sana
"siapa disana?"
"Lee Donghae, Mr.."
"ah, ne... ada keperluan apa?"
"bisakah anda ke NY besok? ada hal penting yang harus kami bicarakan"
"besok? baiklah, saya berangkat malam ini"
"ok, Thank you, sir. maaf mengganggu anda"
"ne, gwenchana"

ternyata client ku waktu itu, pasti ia akan membicarakan penukaran manager perusahaanku dengan salah satu perusahaan miliknya. ia memang lebih sukses dariku, ia mengurus semuanya sendiri. contohnya saja, biasanya orang lain akan menyuru sekretarisnya untuk menelpon orang dari perusahaan lain untuk bertemu, sedangkan ia? ia menelpon sendiri, tanpa menyuruh siapapun.

NY...


baru saja aku sampai di NY, disini masih siang memang. namun, di Korea sudah malam. ini benar benar membuatku jet lag. tapi, apa boleh buat Mr.Donghae sudah memesanku untuk meeting dengannya.

>

"buuukkk" aku merebahkan badanku yang pegal disertai dengan mata yang tinggal 5 watt ini.

"Sica noona?"
"Hyun!!!!!"
"Sica noona kemana saja? aku selalu mencari dan menunggu noona"
"aku menunggu kedatanganmu, hyun"
"jangan tinggalkan aku lagi noona"
"mianhae hyun"
"noona!!!!"

ah!!! lagi dan lagi aku memimpikannya! tapi, mimpi kali ini berbeda. ia meninggalkanku. ada apa ini? apakah ini sebuah pertanda? ah, bukan! dia pasti tidak meninggalkanku, ia yang menyuruhku untuk menepati janji, tidak mungkin ia akan ingkar akan janjinya sendiri.

ponselku bergetar tanda pesan masuk. tertera nama "Mr.Donghae" dilayar Iphone ku. ada apa lagi? bukannya urusan kami sudah selesai?

Mr.Jonghyun.. kami mengundang anda dalam acara Anniversary kedua perusahaan kami, yang akan diselenggarakan malam ini pukul 8pm di halaman belakang gedung. kami harap kehadiran anda sebagai wakil dari persahabatan perusahaan kami dengan perusahaan Korea. terimakasih dan maaf mengganggu.


ah, ternyata undangan makan-makan. pastilah aku akan ikut! makan gratis pada saat yang tepat. sekarang telah menunjukan pukul 6pm. masih ada waktu 2 jam untuk mengistirahatkan tubuh berototku ini.

8 pm...


suasana alam, pangung megah, tamu yang formal, alunan musik classic. itulah yang bisa mengekspresikan suasana perayaan Anniversary perusahaan Mr.Donghae malam ini.

"Mr.." aku membalikkan tubuhku dan terlihat Mr.Donghae tersenyum padaku. ia memang tampan, tidak heran jika banyak sekretaris dan staff perusahaannya yang menyukainya.
"Mr.Donghae.." aku menepuk bahu kanannya dan membalas senyumnya dengan senyum manis andalanku untuk mematikan yeoja disekitarku.
"sudah lama disini?" tanyanya
"lumayan lama."
"terimakasih sudah mau datang ke acara kami, Mr.."
"sama-sama. saya datang juga sebagai tanda kehormatan untuk perusahaan anda"
"hahaha... sekali lagi terimakasih"
"anda sendirian, Mr.Jonghyun?" lanjutnya
"iya begitulah"
"selagi anda sendirian, saya bisa menemani anda. saya perkenalkan tunangan saya.. Jess kemarilah" DEG! Jess? Jessica? Jessica noona? benarkah Jess itu adalah Jessica? Jessica noona atau Jessica yang lainnya? aku harap yang lainnya.

Seorang wanita bergaun ungu serta rambut panjang berjepit ungu menghampiri Mr.Donghae. mata dan senyum yang sumringah berubah menjadi tatapan ketakutan saat melihatku. Mata itu.... dingin..... Mata itu.... tidak asing di ingatanku, di perasaanku.... iya! dia! benar dia! Jessica Jung! yeoja yang aku tunggu selama ini. tunggu! tadi Mr.Donghae mengatakan bahwa ia tunangannya? sekali lagi TUNANGANNYA?! Sica noona tunangan dari Mr.Donghae?! tidak mungkin!! ini hanya mimpi! ingin rasanya aku menampar pipiku saat ini, tapi mana mungkin aku melakukannya disaat seperti ini. bisa-bisa aku dianggap gila oleh orang lain.

"Mr... ini tunangan saya, Jessica" Sica noona menyodorkan tangan mungilnya dengan senyum masam padaku
"Jonghyun... Kim Jonghyun..." kusambut tangan mungil yang sudah lama tidak pernah kusentuh. kutatap matanya dalam, ingin sekali aku memeluknya. namun, apa daya, ia sudah milik Mr.Donghae. rasa rinduku memuncak saat ini juga. ingin ku berteriak sekencang-kencangnya dan mengatakan kehancuran hatiku saat ini.

"Jessica.... Jessica Jung..." jawabnya seraya melepaskan tangan kami yang masih saling menggenggam
"nah, kalau seperti ini kan enak. sudah saling kenal. ia wakil perusahaan dari Korea, Jess dan sebentar lagi ia akan pindah kesini, New York. jadi, ku harap kalian semakin mengenal dan akrab" ucap Mr.Donghae dengan wajah yang begitu sumringah, berbeda dengan Sica noona yang malah memasang wajah ketakutan
"tentu saja, Mr.. kami akan berteman akrab"
"baiklah, saya tinggal dulu. Jess.. tetaplah disini dan berbincanglah dengan Mr.Jonghyun" ucap Mr.Donghae lalu melangkahkan kakinya menjauh dari kami

diam. hanya satu kata yang dapat menggambarkan suasana saat ini. aku dan Sica noona saling terdiam, tak ada satupun yang berani memulai pembicaraan.
"apa kabar, noona?" ucapku dengan mengembangkan senyum dibibir sexy ku ini
"baik, kau hyun?"
"sama sepertimu" jawabku. kembali sunyi. Sica noona terlihat berkaca-kaca dan mengalihakan pandangannya kearah langit yang dihiai gemerlap bintang
"uljima..."
"aniya.."
"kau tau sesuatu noona?" tanyaku lagi.
"ada apa, hyun?"
"sejak kepergian noona waktu itu, aku tidak pernah berhubungan dengan yeoja lain dan tetap menunggu akan kehadiran noona lagi" kali ini aku giliranku mengalihkan pandangan kearah langit untuk membendung air mata yang hamir terjatuh
"jeongmal mianhaeyo, hyun"
"gwenchana. aku bahagia bisa bertemu dengan noona kembali, walaupun bukan keadaan yang kuinginkan"
"mianhaeyo, hyun.. carilah yeoja yang lebih baik dariku, yang setia merawatmu. aku memang salah, tapi apa yang bisa aku lakukan, aku tidak bisa meninggalkan Donghae oppa, ia begitu baik padaku dan..."
"jadi maksud noona, aku kurang baik untukmu?" kuputus kalimatnya dan menatapnya lirih, kutatap matanya yang berkaca-kaca
"bukan begitu hyun... aku hanya..."
"apa?! hanya apa?!" kali ini emosiku meledak, walau masih berbicara dengan suara yang pelan namun nada suaraku tak kalah tinggi
"mianhaeyo hyun... sekarang sudah waktunya untuk mencari yeoja lain... bukan aku... bukan aku yang pantas untukmu, hyun.. lupakan aku dan carilah penggantiku"
"tak semudah itu noona........" kualihkan pandanganku ke arah langit yang gelap seakan mengetahui keadaan hati dan jiwaku. air mataku menetes dan dengan segera aku menempisnya, aku bukan namja yang lemah, namun entah mengapa yeoja disampingku ini telah membuat diriku menjadi sangat lemah bahkan sangat lemah.



pertemuan kemarin malam mengingatkanku akan kata-kata YoonA waktu itu jangan pernah tersenyum terlebih dahulu saat kau bertemu dengannya lagi, lihat apa yang terjadi selanjutnya jadi yang YoonA maksud adalah......... ah! bagaimana ia bisa mengetahuinya!!


"yeobosaeyo..." terdengar suara dari ujung sana yang tidak lain adalah YoonA
"YoonA!!"
"ne, hyun? wae?"

"aku sudah bertemu dengannya"
"nuguya?"
"Sica noona"

"jinjja?! bagaimana?"
"ia sudah bertunangan"

"yaa!! apa kubilang.."
"bagaimana kau mengetahuinya?"
"bukan urusanmu. sekarang aku yakin kau tidak akan pernah bisa membuka hatimu untuk yeoja lain dan kau tau alasanku mendekatimu dahulu?"
"ani. wae?"
"karna aku sudah mengetahui ini semua. aku mengetahui bahwa Sica eonni akan meninggalkanmu, dan aku mendekatimu agar kau melupakannya tapi apa yang terjadi? kau malah mempertahankannya"

"mengapa kau tidak mengatakannya dari dulu, Yoon?"
"karna aku tau kau tidak akan percaya padaku. sekarang, nikmatilah kehidupanmu menjadi namja single sampai akhir hayatmu"
"maksud....."
"tuut... tuut.. tuut..." YoonA sudah mematikan telpon sebelum aku selesai berbicara. jadi, ini memang salahku. sudah jelas dari dulu, Sica noona bahkan tidak memberitahukanku akan kebarangkatannya dulu, dan bodohnya aku masih menunggu sampai sekarang!!! JONGHYUN PABOYA!!!


aku memutuskan untuk menjadi namja single sampai akhir hayatku, dan melihat Sica noona bahagia saja sudah cukup bagiku walaupun ia bahagia karna Mr.Donghae bukan aku.


-oo0oo-


AKU MEMANG SUDAH MEWUJUDKAN KEINGINANKU UNTUK BERTEMU DENGANNYA. SAKIT. SATU KATA YANG MENGEKSPRESIKAN PERASAANKU SAAT BERTEMU DENGANNYA. IA TERSENYUM PADAKU, YA IA TERSENYUM PADAKU TETAPI IA TERSENYUM BUKAN KARNAKU MELAINKAN ORANG LAIN. 


INILAH CINTA. CINTA TAK HARUS MEMILIKI. TANPA CINTA HIDUP KITA AKAN HAMPA.


WHAT IS LOVE? IT'S LIE.....


-THE END-

Previous Story : WILL... (part 1)

NO PLAGIATOR!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar