SJ

PROM15E TO 13ELIEVE

Jumat, 11 Mei 2012

(myFF) Me or Him? #part1


annyeong!!! aku datang lagi membawa FF (?) FF ini cast nya EXO^^ maaf kalo agak gaje keke, enjoy^^



Author : @larassntk (SI)

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

Length : Drabble

Cast : Kim Jong In (Kai EXO-K), Wu Fan (Kris EXO-M), Lu Han (Luhan EXO-M), Lee TaeMin (Taemin SHINee)

Support Cast : EXO Member, Kim Myrna (OC)

*nb: Lee TaeMin di FF ini bernama Kim TaeMin*

-oo0oo-


"cepatlah Minyoung!!! kita akan terlambat jika kau lelet seperti ini!!"
"ne oppa!!! ne!!!" mengapa manusia itu tidak henti-hentinya berteriak kepadaku setiap hari. sejak 6 tahun terakhir Kai oppa dan Taemin oppa tinggal bersamaku, orang tua mereka meninggal karena kecelakaan, umma adalah dongasaeng umma Kai oppa dan Taemin oppa, umma mengangkat mereka menjadi anaknya dan tentunya menjadi oppa ku sampai sekarang. walaupun masih dengan marga yang berbeda.
"oppa!! mengapa kau selalu berteriak kepadaku setiap hari!!""
"karna kau lelet, saengil" jawab Kai oppa dengan mukanya yang jahil.
"ne! ne! sekarang dimana kembaran oppa? Taemin oppa!!!!"
"tunggu aku Minyoung, Kai!! aku sedang memakai sepatu"
"dengar kan oppa? Taemin oppa lebih lelet dariku! mengapa hanya aku yang kau teriaki!"
"karna dia kembaranku" Kai oppa meledekku dan menjulurkan lidahnya

Kai oppa itu sangat menyebalkan. berbeda dengan Taemin oppa yang penyayang, pendiam, dan humoris. mereka memang kembar namun sifatnya berbeda 180 derajat. ehtahlah, apa yang membuat sifat mereka berbeda jauh. dan tentu saja aku lebih dekat dengan Taemin oppa daripada Kai oppa, aku dekat dengan Kai oppa sejak 8 bulan yang lalu, pada saat aku masih menjadi yeojachingu Luhan oppa, teman Kai oppa.


"Minyoung!!!" Taemin oppa memanggilku saat baru saja turun dari mobil.
"ne oppa?"
"kau marah kepadaku?"
"mwo? aniyo oppa. aku hanya kesal dengan Kai oppa"
"ah sudahlah. dia memang seperti itu"
"gomawo, oppa"
"untuk?"
"selalu menenangkan ku. keke" Taemin oppa tersenyum dan merangkulku.
"Minyoung. itu namjachingu mu" ucap Taemin oppa dengan menunjuk seseorang yang berlari kearahku dan Taemin oppa. Luhan oppa
"hey Minyoung. Taemin!" teriaknya sambil melambaikan tangannya
"hai oppa"
"hai hyung. mengapa kau berburu-buru?" Luhan oppa menarik lenganku.
"aku ingin bicara dengan Minyoung"
"oh. ne. aku duluan"

Taemin oppa meninggalkan aku dan Luhan oppa berdua di taman kampus. jantungku berdetak 1000X lebih cepat. setiap aku bertemu dengannya tiba-tiba saja detak jantungku tidak bisa ku kendalikan.

"ada apa, oppa?" aku memulai pembicaraan misterius (?) ini
"Minyoung, kau menyukai Kris?"
"Kris sunbae?"
"ne. kau menyukainya?"
"kau mendengar berita ini darimana, oppa?"
"jawablah pertanyaanku, Minyoung" ia mengeratkan pegangan tangannya di lenganku.
"n...n..ne oppa. aku menyukainya" ia melepaskan lenganku dan menghadap keatas
"oppa? waeyo?" ia melihatku dalam-dalam. matanya merah, berkaca-kaca dan "tess..." satu tetes air matanya jatuh. aku mengusap air matanya dengan ibu jariku
"Minyoung, saranghaeyo" ia mengambil tanganku dan menaruhnya di dadanya. detak jantungnya begitu kencang
"t....ta..pi.. oppa kita sudah putus" ia memelukku
"aku masih mencintaimu, Minyoung" bisiknya lirih. aku terdiam dalam pelukkannya
"maukah kau kembali kepadaku? aku masih membutuhkanmu. aku akan lebih baik dari sebelumnya, tentu saja lebih baik dari Kris"
"berikan aku waktu untuk berfikir, oppa"
"ne. aku harap jawabanmu sesuai dengan apa yang ku harapkan"

"apa yang dikatakan Luhan hyung tadi, Minyoung?" tanya Taemin oppa saat perjalanan pulang
"Mwo? Luhan hyung menemui Minyoung?!" teriak Kai oppa
"Kai!!! jangan berteriak seperti itu!"
"aku hanya sedikit kaget Taem. jadi benar yang dikatakan Taem, Minyoung?"
"ne, oppa"
"apakah ia mengajakmu balikan?"
"dari mana kau tahu, oppa?"
"yaaa!!! kau lupa Minyoung? aku temannya. tentu saja kau tahu"
"ooh. ne ne"
"benar yang dikatakan Kai, Minyoung?"
"ne. oppa"
"lalu apa jawabanmu?"
"belum aku jawab"
"bagus. fikirkan dengan matang terlebih dahulu"
"yaa! Taemin! kau menyukai Minyoung?"
"andwe! Minyoung dongsaeng kita! mana mungkin aku menyukainya" Kai oppa dan aku hanya tertawa melihat wajah Taemin berubah menjadi sangat marah.

"tok..tok..tok..." seseorang mengetuk pintu kamarku, hah siapa lagi itu? sudah tau ini jam belajarku! masih saja berani untuk mengetuk pintu
"tok..tok..tok.."
"siapa???"
"ini aku Minyoung, Kai oppa"
Kai oppa?! untuk apa ia kemari? tidak seperti biasanya.
"masuklah, oppa"
"Minyoung, aku ingin berbicara denganmu" ia menjelaskan kedatangannya sambil menarik kursi dan duduk di sebelahku.
"ne. ada apa oppa?"
"kau akan menerima Luhan hyung?" beehh lagi-lagi Luhan oppa! mengapa Kai oppa tidak henti-hentinya mengurusi hubungan ku dengan Luhan oppa
"aku tidak tahu, oppa"
"terimalah, Minyoung"
"wae?"
"kau masih mencintainya bukan?"
"aku bahkan tidak mengetahui perasaanku yang sebenarnya"
"Minyoung, jawab aku. Luhan atau Kris?" pertanyaan itu membuatku diam terpaku. bagaikan tersambar sebuah kilat yang sangat besar. bagaimana bisa Kai oppa bertanya seperti itu? bahkan, Taemin oppa tidak pernah bertanya seperti ini
"Minyoung. jawab pertanyaanku" Kai oppa memasang wajah aegyo, beehh dia tak pantas menunjukan tampang seperti itu
"oppa, aku menyukai Kris sunbae namun aku tidak mengenalnya. dan....... hatiku masih tetap memilih Luhan oppa"
"terimalah Luhan hyung"
"wae? mengapa oppa memaksaku?"
"apakah kau merasa dipaksa olehku? tidak kan? terbukti kau mengakui masih mencintai Luhan hyung" aku terdiam.
"aku harap kau akan mendengarkanku, Minyoung" ia pergi meninggalkan ku. Ya ada benarnya yang dikatakan oleh Kai oppa, namun aku suka terlanjur menyukai Kris sunbae.
"Minyoung! dengar! kau tak mengenal Kris hyung!!" Kai oppa tiba-tiba saja memunculkan kepalanya dan berteriak seperti itu. Kai oppa selalu bisa membaca pikiranku, lebih baik daripada Taemin oppa.

Keesokan harinya...

"Yaa Taemin oppa!! bangunlah! hari sudah siang! kau tidak berangkat ke kampus?" Taemin oppa masih saja memejamkan matanya, mukanya pucat.
"oppa, gwenchana? oppa? bangunlah"
"aku tidak enak badan, Minyoung. pergilah ke kampus dengan Kai, jaga dirimu baik-baik"
"ne, oppa. get well soon" aku meninggalkan Taemin oppa sendiri dikamarnya
"yaa. Minyoung adikku yang lelet. sudah siap?"
"apa kau bilang oppa???!! adik yang lelet?!"
"kekeke~ ayolah kita berangkat. dimana Taem?"
"ia sakit, oppa"
"mwo? ne. aku akan bilang umma nanti"

Kampus..

"Minyoung. aku duluan, ada janji dengan Tao"
"ne,oppa" hari ini begitu sepi, biasanya Taemin oppa selalu menemaniku berjalan menuju ke kelas, dan sekarang? aku sendirian.
"Minyoung!!!!!!!!" teriakan itu membuyarkan lamunanku.
"oppa? kau mengagetkanku" kataku pada Luhan oppa dengan memasang wajah cemberut
"aigoo~ kau ini...." ia mencubit pipi kiriku
"sakit oppa"
"neee... neee.. dimana Taemin? mengapa kau sendirian?"
"Taemin oppa sakit. mukanya begitu pucat saat aku membangunkannya tadi pagi"
"oo... kau mau ku antar sampai ke kelas?"
"kelas oppa dan kelasku jauh. lebih baik tidak usah, oppa"
"gwenchana. ayo aku antar" entah mengapa aku selalu merasa nyaman jika berada di sisinya. aku tidak merasa takut, aku hanya merasa ia akan selalu melindungiku. yang dikatakan oleh Kai oppa benar, aku masih mencintainya. bahkan aku tidak bisa mengalihkan pandanganku kepada namja yang ada disebelahku ini.
"Minyoung"
"ne?"
"tunggulah aku di depan kelas saat jam istirahat tiba"
"ada apa, oppa?"
"nanti akan aku jelaskan"
"ne. aku masuk duluan, oppa. gomawo"
"untuk?"
"sudah mengantarku sampai sini"
"cheonma, Minyoung" ia memelukku. jantungku kembali berdetak lebih cepat dari sebelumnya. ia melepaskan pelukkannya dan melambaikan tangan kepadaku serta melemparkan senyum yang begitu menawan.

"kriiing.... kriiing..." bel istirahat pun berbunyi.
"Minyoung!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" yaa itu pasti Luhan oppa. padahal bel istirahat baru saja berbunyi, cepat sekali ia sudah sampai di depan kelas.
"ne oppa?" ia menarik tanganku dengan kencang dan menarikku menuju taman belakang kampus
"oppa!! pelan pelan! tanganku sakit!"
"mianhae Minyoung, tetapi aku sudah tidak sabar"
"mwo? tidak sabar? memangnya ada apa oppa?"
"bagaimana jawabanmu?"
"jawaban?"
"ne. jawaban dari pertanyaanku kemarin" yaaaaaa!!! aku hampir lupa dengan ini!!!
"jawabannya...................."
"apa Minyoung? apa? jawablah"
"ne. aku mau" jawabku dengan senyum yang mengembang di bibirku mungil ini.
"jinjja?! gomawo Minyoung!!!! gomawo!!!!! saranghae Choi Minyoung!!!!" ia berteriak dan memelukku. seketika semua orang di sekitar taman memperhatikan aku dan Luhan oppa. memalukan!

-oo0oo-

2 bulan sudah aku menjalani hubunganku dengan Luhan oppa. dan aku pun sudah bisa melupakan Kris sunbae. ya mungkin ini memang takdirku untuk bersama Luhan oppa.

"Minyoung..." panggil Taemin oppa
"ne, oppa?"
"kau mau jalan-jalan denganku?"
"odi?"
"ke mall biasanya. aku akan membelikan kau baju jika kau mau menemaniku"
"jinjja? ne!!!"
"kau ini... kalau kubelikan sesuatu saja baru mau" ucap Taemin oppa sambil mengacak-acak rambutku
"oppaa!!!"

beginilah kebiasaanku dengan oppa kesayanganku, Taemin. Ia selalu ada untukku saat aku memebutuhkan teman dan begitu pula sebaliknya.

"Minyoung!!! itu kan...."
"ne oppa?" omonaaa~ itu adalah Kris sunbae!!" ia berjalan mendekat kearahku dan Taemin oppa
"annyeong, kau... Minyoung?" kyaa! sejak kapan ia mengetahui namaku?! yaaa!! mengapa jantungku berdetak lebih cepat?
"n...ne"
"dan kau? Kai??? mengapa kau disini?" Ia memasang muka bingungnya
"oh aniyo aniyo... aku Taemin, kembaran Kai"
"ooo.. kalian tidak ada bedanya, hanya saja.... kau... lebih.... cantik... Taemin"
"mwo? cantik???"
"ne. neomu yeppo"
"homo" bisikku..
"MWO???!!! apa kau bilang???!!!" teriak Kris sunbae
"Kris sunbae!!! jangan teriak!!"
"ne..ne.. panggil saja aku oppa jangan sunbae"
"oh ne"
"memang kau kelahiran tahun berapa? Kai dan Taemin saja oppamu."
"94 , oppa"
"oh ne"
"oppa, darimana kau tahu namaku?"
"tentu saja dari namjachingu mu. aku duluan ya, ada keperluan. annyeong"
"annyeong" jawabku dan Taemin oppa bersamaan. Luhan oppa menceritakan aku kepada Kris oppa? apa yang ia katakan? semoga saja bukan hal yang aneh

keesokan harinya... kampus..

"oppa!"
"ne?" terlihat memar di wajah Luhan oppa. apa yang terjadi padanya? ia tak pernah seperti ini sebelumnya.
"w..wajahmu...."
"ah gwechana"
"apa kau berkelahi, oppa?" Luhan oppa tidak menjawab pertanyaanku dan mempercepat langkahnya.
"oppa!! jawablah! apa kau berkelahi?" ia menghentikan langkahnya. membalikkan badan menatap kearahku
"aku tidak apa-apa, chagi. gwenchana"
"dengan siapa kau berkelahi? kau tak pernah seperti ini, oppa"
"kau tak perlu tahu siapa orang itu"
"oppa, ku mohon. siapa yang melakukan ini padamu?"
"Kris"
"mwo?! kris oppa?!"
"ne"
"wae?"
"dia.... dia... sudah lupakan" ia pergi meninggalkanku. Kris oppa berkelahi dengan Luhan oppa?! apa-apaan ini?! jadi ia mengetahui namaku karna ini?

Author POV

-flashback-


"Luhan!!"
"ne?"
buuk! Kris menampar Luhan dengan kencangnya.
"hey! ada apa ini?! mengapa kau menamparku?"
"kau namjachingu Minyoung?"
"ne!! waeyo? kau tidak mengenalnya!"
buuuuk! Kali ini Kris menonjok pipi kanan Luhan
"apa maumu, Kris?!"
"putuskan dia!!!"
"wae?!! kau tidak memiliki hak apapun!"
"aku menyukainya, Luhan!!"
"mwo????!! kau menyukainya?! kau tidak mengenalnya! bagaimana bisa kau menyukainya?! bahkan kau tidak pernah mengajaknya berkenalan!"
"aku memata-matainya sejak kau putus dengannya dulu, dan tiba-tiba kau kembali lagi dengannya! itu cukup menyakitkan!!"
"jadi kau menyukainya? lalu apa maumu? sekarang ia milikku!"
"berikan ia kepadaku, Luhan!"
"andwe! ia tak mengenalmu! mana mau ia denganmu?!"
"liat saja kau,Luhan!"


-flashback end-

-TBC-

NO PLAGIATOR!!


1 komentar:

  1. ras sumpah aku pingin ngakak bacanya =)) daya khayalmu sangat tinggi kawan! tapi bagus kok (y) lanjutiiiiin

    BalasHapus